![]() |
CIREBON-Pedagang Pasar Pasalaran yang menempati pasar darurat menganggap DLHD Kabupaten Cirebon tutup mata. Pasalnya tumpukan sampah di samping pasar darurat Pasalaran sampai menggunung.
Salah seorang pedagang, Heni mengatakan dirinya sudah sangat kesal dengan banyaknya sampah. “Memang sih sudah pernah diangkut, tetapi kan sekarang tumpukan sampah kembali menggunung lagi. Herannya nggak diangkut-angkut lagi sampahnya,” ujarnya.
Dengan semakin banyaknya sampah, tentu akan membuat pasar darurat Pasalaran semakin kumuh. “Apalagi sekarang sudah hujan terus, tentu banyak lalat, ditambah tumpukan sampah ini sangat banyak, jadi bertambah kumuh,” ucapnya.
Pedagang lainnya, Ahmad mengatakan dirinya kecewa dengan sangat lambatnya DLHD mengangkut sampah. “Kondisi seperti ini sudah sangat sering terjadi. Dulu saja sudah sangat menggunung sampah baru diangkut, sekarang juga kayaknya nunggu kalau sudah menggunung cukup banyak baru diangkut atau mungkin sudah malas angkut sampahnya,” tutur dia.
Ahmad mengatakan dirinya dan para pedagang lainnya sudah membayar retribusi sampah setiap hari. Namun, sampah jarang diangkut. “Kalau gitu buat apa kami pedagang bayar retribusi sampah,” tukasnya.
Pedagang lainnya, Us Us Ruhyat mengatakan dirinya dan pedagang lainnya akan mengadukan hal tersebut kepada bupati Cirebon dan jika sampah tidak diangkut dalam beberapa hari kedepan, ia juga akan menggalang agar para pedagang tidak lagi membayat retribusi sampah.
“Kalau kondisinya seperti ini, kami terpaksa akan berhenti membayar iuran sampah, kami tidak ingin bayar iuran sampah lagi kalau memang gunungan sampah ini tidak diangkut,” pungkasnya. (den)
Sumber: Radar Cirebon
http://ift.tt/eA8V8J


0 komentar :
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan sopan.