![]() |
Beberapa hari belakangan, kabar angin berembus di lingkungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Disebutkan bahwa akan terjadi kudeta internal, lalu muncul kubu-kubuan Osan vs Osin (orang sana – orang sini). Dalam naskah power point bergelar Mewaspadai Gerakan Mengudeta PKS itu disebutkan bahwa kelompok Anis disebut sebagai Osan alias orang sana. Sedangkan pihak yang dianggap loyal terhadap kepemimpinan PKS saat ini disebut Osin alias orang sini.
Dokumen yang beredar di kalangan wartawan ini, Osan sama dengan loyalis AM. Sepanjang dokumen itu memang tak disebut inisial AM mengarah ke siapa. Namun dalam salah satu singkatan, sempat disinggung AMPM yang berarti Anis Matta Pemimpin Muda. Bisa jadi AM adalah Anis Matta.
Dari daftar istilah dan singkatan dalam dokumen itu juga disinggung adanya dua fraksi yakni Fraksi Sejahtera (Osan) dan Fraksi Keadilan (Osin). Siapa AM mulai benar-benar mengarah ke Anies Matta, karena di bagian latar belakang dan sejarah disebut AM menjadi Presiden PKS 2013-2015. Siapa lagi kalau bukan Anis Matta!
Masih di bagian latar belakang dan sejarah, di poin sebelas dan 17 muncul inisial FH, yang disebut di sana dipecat lalu melaporkan MSI ke polisi. Mudah ditebak, ini adalah Fahri Hamzah vs Mohamad Sohibul Iman (Presiden PKS sekarang).
Bisa diraba, ini adalah soal Anis Mata (termasuk bersama Fahri Hamzah) versus Sohibul Iman.
Di bagian lain dokumen power point yang beredar itu, disebutkan juga beberapa strategi Osan, antara lain menguasai MS (mengarah ke majelis syuro), menguasai fraksi legislatif, struktur, merekrut kader hingga membiayai calon kepala daerah (cakada).
Bahkan, dalam sebuah lampiran, inisial AM kemudian dikaitkan dengan beberapa hal, seperti mengapa spanduk dan baliho AM tidak ada yang memakai logo PKS. Atau, mengapa AM tidak pernah menjenguk ustaz LHI di Sukamiskin dan beberapa petunjuk lain menjelaskan inisial AM yang dimaksud. Siapa AM?
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfuz Sidik mengaku sudah membaca naskah PowerPoint tentang persaingan di internal partainya. Inisial Mahfuz juga tercantum dalam naskah itu sebagai loyalis mantan Presiden PKS Anis Matta.
“Saya sempat baca. Ternyata sudah beberapa hari belakangan tulisan dalam bentuk PowerPoint itu beredar di beberapa kalangan kader PKS,” ujar Mahfuz ketika dihubungi JPNN, Sabtu (14/4). (wb)
Sumber: Radar Cirebon
https://ift.tt/eA8V8J


0 komentar :
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan sopan.