![]() |
BUKU karya putera Tan Tjin Kie yang bernama Tan Gin Ho, diterbitkan oleh G Kolff & Co Batavia, terdiri dari 67 halaman, bertajuk “Peringetan dari Wafatnya Majoor Tan Tjin Kie dan Kwee Hin Houw Dalam Majalah Tjhoen Tjioe” ini tergolong sulit ditemukan. Penelusuran Radar Cirebon, gelar Mayoor sendiri bukan pangkat dalam kemiliteran, tetapi merupakan gelar tituler yang diperoleh masyarakat sipil karena pengaruh konglomerasi Tan Tjin Kie.
Tan Tjin Kie, sebagai pengusaha gula terbesar asal Cirebon, pada usia 29 tahun, diangkat Luitenant der Chineezen, enam tahun kemudian, ia memperoleh gelar kapitan, dan mendapat bintang Gouden Ster van Verdienste (bintang emas untuk jasa). Meski sebagai pemimpin masyarakat Tiongkok yang memperoleh kenaikan pangkat sebab reputasi dalam tugasnya. Meski aktivitasnya sebagai ketua dari perkumpulan kematian Kong Djoe Koan dan pelindung Hok Siu Hwee. Tan Tjin Kie juga membantu mendirikan masjid di Luwung Gajah, yang dikenal dengan sebutan Masjid Nona.
Sumber: Radar Cirebon
http://ift.tt/eA8V8J


0 komentar :
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan sopan.