![]() |
CIREBON – Menuju pemilihan umum yang kodusif dan tegaknya keadilan pemilu di Kabupaten Cirebon, Panwaslu Kabupaten Cirebon menggelar sosialisasi pojok pengawasan partisipatif kepada masyarakat jelang pilkada seterntak tahun 2018 di halaman kantor Panwaslu Jalan Sunan Muria nomor 10, komplek perkantoran pemerintah daerah, Sumber, Kabupaten Cirebon. Kamis (1/3)
Dalam kesempatan itu, Panwaslu menghadirkan para perwakilan dari pelajar dan mahasiswa se-Kabupaten Cirebon. Tidak hanya itu, Plt Bupati Cirebon Selly Andriyani Gantina pun turut hadir. Termasuk Kepala Sekretariat Bawaslu Jawa Barat dan Seluruh Komisioner Panwaslu Kabupaten Cirebon.
Ketua Panwaslu Kabupaten Cirebon Nunu Sobari SH MH mengatakan, memanggil para pelajar dan mahasiswa ini karena pemilih pemula memiliki peran penting dalam pilkada. Sebab, dari jumlah penduduk di Kabupaten Cirebon, 30 persen yaitu pemilih pemula dari mulai pelajar sampai mahasiswa.
Menurutnya, pendidikan politik bagi pemilih pemula sangatlah penting. Oleh karena itu, mereka harus diberikan informasi yang jelas visi misi calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati yang sesuai dengan pembangunan Jawa Barat dan Kabupaten Cirebon. Artinya, jangan sampai apa yang disampaikan oleh pasangan calon kepala daerah hanya janji semata yang tidak bisa di buktikan.
“Pemilih pemula ini harus diberi pemahaman, supaya mereka kritis. Mereka bisa memantau pelaksanaan pilkada, bisa mengetahui mana yang boleh dan mana yang tidak, dan mereka berani melaporkan jika ada kecurangan, kalau seperti ini maka pilkada jujur dan adil bisa di laksanakan,” katanya.
Sementara itu, Plt Bupati Cirebon Selly Andriyani Gantina menuturkan, pemerintah Kabupaten Cirebon akan mengupayakan maksimal pelaksanaan pilkada ini dengan bekerja sama dengan penyelenggara pilkada untuk meningkatkan partisipasi khususnya untuk pemilih pemula. Sebab, jumlah pemilih pemula di Kabupaten Cirebon cukup banyak.
“Kami sudah mengintruksikan kepada seluruh jajaran agar terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Karena kita punya PR yang sangat besar dimana pada Pilkada sebelum nya tingkat partisipasi masyarakat hanya 48 persen, sementara target dari Kemendagri mencapai 78 persen untuk Pilkada sekarang ini, ini tantangan buat kita semua,” tuturnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, tambah Selly, minimalnya mereka (para pelajar) bisa membuka wawasan serta memilah dan memilih calon pemimpin yang akan datang. “Sehingga diharapkan, kepada pelajar maupun mahasiswa yang notabene pemilih pemula agar menyumbangkan hak pilihnya,” katanya.(adv)
Sumber: Radar Cirebon
http://ift.tt/eA8V8J


0 komentar :
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan sopan.