Header banner 728 x 90
  
Mohon maaf sedang ada penataan menu & label   

Cirebon Banjir Bandang Lagi, Warga Pertanyakan Kinerja Pemerintah

CIREBON apdet
Cirebon Terkini

---


CIREBON – Sejumlah daerah di wilayah Kota maupun Kabupaten Cirebon kembali diterjang banjir bandang. Genangan banjir seukuran dada orang dewasa memasuki rumah-rumah penduduk.

Penyebabnya, intensitas hujan tinggi sejak Sabtu (10/3) malam hingga Minggu (11/3) dini hari melanda wilayah Cirebon dan sekitarnya. Selain itu, karena luapan daerah aliran sungai (DAS) dan jebolnya tanggul akibat debit air yang naik drastis.

Sepekan sebelumnya, banjir bandang menerjang wilayah timur Cirebon (WTC). Kini banjir bandang yang terjadi hampir merata di sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Cirebon.

Wilayah Kabupaten Cirebon yang terendam banjir parah di antaranya terjadi di Kecamatan Gunung Jati, Kecamatan Ciwaringin, Kecamatan Ciledug dan Kecamata Waled, Kecamatan Kedawung. Sementara di Kota Cirebon, yang paling parah terjadi di Kecamatan Pekalipan, Kecamatan Kejaksan, Kecamatan Harjamukti.

Bahkan hingga berita ini dipulikasikan, di sebagian daerah yang terdampak, banjir belum surut. Sebagian warga diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

Seperti banjir yang menerjang di sejumlah desa di Kecamatan Gunung Jati. Meskipun sudah mulai menyusut, tapi genangan banjir masih mengepung rumah warga. Selain itu curah hujan masih membayangi wilayah Cirebon.

Jalan Raya Gunung Jati pun disulap menjadi lokasi pengungsian warga. Petugas membuat tenda-tenda pengungsian dan dapur umum. Lalu lintas direkayasa dengan satu arah untuk keselamatan pengungsi.

Hal yang sama juga dirasakan warga Kecamatan Ciwaringin. Daerah yang notabene dataran tinggi, sedikitnya empat desa, yakni Babakan, Ciwaringin, Gintung Ranjeng dan Gintung Tengah terandam banjir.

Desa Babakan paling parah. Banjir yang berlangsung Sabtu dan Minggu (11/3) malam sampai seukuran dada orang dewasa. Rumah-rumah warga, madrasah, masjid, gedung sekolah, hingga bilik-bilik pesantren terendam banjir.

Tidak sedikit, harta benda milik warga yang tidak bisa diselamatkan, karena cepatnya debit air yang terus meninggi. Termasuk banyak hewan ternak milik warga yang mati karena terendam dan hanyut.

“Banjir kali ini paling parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sepuluh tahun terakhir, tepatnya 2007, Babakan juga pernah dilanda banjir bandang. Tapi hari ini jauh lebih parah dari 2007,” kata KH Wawan Arwani, pengasuh Pondok Pesantren Assalafie itu.

Menurut Kiai Wawan, selain curah hujan tinggi, penyebab banjir karena Sungai Ciwaringin meluap. Luapan Sungai Ciwaringin disebabkan pendangkalan akibat sedimentasi.

“Faktor lainnya, sedimentasi disebabkan sampah yang dibuang warga sembarangan. Karena kita tahu, saat ini pemerintah Kabupaten Cirebon tidak memiliki tempat pembuangan sampah,” kata kiai muda itu.

Sepengetahuannya, pihak terkait tak pernah melakukan normalisasi Sungai Ciwaringin, terutama di titik Desa Babakan. “Saya tidak mengerti, apa karena Sungai Ciwaringin ini bukan sungai alami, bukan irigasi, sehingga tak pernah dilakukan normalisasi,” ujar Wawan heran.

Wawan memertanyakan kinerja pemerintah daerah yang terlambat melakukan antisipasi adanya banjir bandang yang sewaktu-waktu terjadi. Saat musim kemarau, pemerintah juga tidak melakukan menormalisasi sungai.

“Terlebih tidak hanya di Ciwaringin, tapi di banyak tempat. Jadi, selama ini apa peran pemerintah Kabupaten Cirebon mengantisipasi luapan air sungai yang mengakibatkan banjir. Sampai di sini, negara tidak hadir,” tegasnya.

Karena menurutnya, krugian yang diderita warga sangat luar biasa, baik materil maupun moril. Sehingga ke depan pemerintah harus memerhatikan betul peristiwa hari ini.

“Bagaimana pun ini menjadi penilaian tersendiri atas kinerja pemerintah. Kalau sudah begini (bencana, red), kan wajar warga menjustifikasi kinerja pemerintah tidak beres,” tandas Kiai Wawan geram.

Sementara itu, muara sungai Ciwaringin di Desa/Kecamatan Kapetakan mulai meninggi. Warga sekitar muara DAS Ciwaringin saat ini siaga. (hsn)


---

Sumber: Radar Cirebon
http://ift.tt/eA8V8J
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan.