Header banner 728 x 90
  
Mohon maaf sedang ada penataan menu & label   

Sosialisasi Cirebon Smart City Kurang Masif

CIREBON apdet
Cirebon Terkini

---


CIREBON – Tahun ini, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon akan mengembangkan sedikitnya delapan aplikasi untuk memberikan akses informasi dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kepala DKIS Kota Cirebon, Iing Daiman mengatakan, pengembangan 8 aplikasi tersebut untuk melengkapi sejumlah aplikasi yang sebelumnya sudah ada. “Tahun ini ada sekitar delapan aplikasi yang akan kami kembangkan,” ujar Iing, kepada Radar Cirebon.

Aplikasi tersebut, kata Iing, di antaranya e-library yaitu perpustakaan elektronik yang dapat diakses secara online oleh masyarakat. Kemudian e-presensi siswa yaitu kontrol kehadiran siswa di sekolah melalui sms ke orang tua, SP2D Online yaitu pencairan dana secara otomatis ke rekening penyedia, SMS Blast yaitu pengumuman otomatis kepada pendatang yang masuk ke wilayah Kota Cirebon.

Lalu ada e-komoditas yaitu aplikasi yang mendata komoditas-komoditas yang ada di Kota Cirebon, e-posyandu yaitu pendataan dan pengawasan balita dan batita di Kota Cirebon, e-lowker yaitu informasi dan pendaftaran lowongan pekerjaan secara online, serta Sistem Informasi Pengaduan Warga (Siduga) di mana warga bisa membuat pengaduan secara online melalui aplikasi android. “Secepatnya akan di-launching,” ucapnya.

Iing menjelaskan, pengembangan beragam aplikasi yang dilakukan DKIS Kota Cirebon mendapatkan tanggapan positif dari berbagai pihak. Termasuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kota Cirebon.

Namun, diakuinya tetap ada kendala yang harus dihadapi. Di antaranya sosialisasi yang belum masif akibat jumlah personel yang terbatas serta sarana dan prasarana yang masih kurang. Bahkan, terkendala jaringan yang masih menggunakan wireless.

“Sehingga sering terjadi buffering. Karena itu, ke depannya akan menggunakan fiber optik agar proses penerimaan maupun pengiriman pesan bisa semakin lancar,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Asep Deddi mengatakan, jika sistem dan aplikasi yang sudah dikembangkan oleh DKIS harus didukung semua pihak. “Kita memanfaatkan teknologi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Asep mengakui bahwa saat ini masih ada kendala diantaranya data yang belum real time. Untuk itu, dirinya meminta kepada semua pihak untuk memahami pentingnya konsep smart city untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah daerah, tapi juga memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan akses informasi yang akurat, cepat dan real time,” harapnya. (mik)

The post Sosialisasi Cirebon Smart City Kurang Masif appeared first on Radar Cirebon.


---

Sumber: Radar Cirebon
http://ift.tt/eA8V8J
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan.