Header banner 728 x 90
  
Mohon maaf sedang ada penataan menu & label   

Prihatin, 1.032 Rumah Sakit di Indonesia Belum Terakreditasi

CIREBON apdet
Cirebon Terkini

---


JAKARTA-Ini warning buat pengelola rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah. Untuk mendapatkan akreditasi paripurna, rumah sakit tidak harus memiliki gedung megah dan mentereng. Yang diutamakan adalah baik tidaknya layanan rumah sakit kepada pasien.

“Kami tidak menilai rumah sakit dari seberapa megah gedung dan lengkap fasilitasnya, tetapi bagaimana kualitas pelayanan di rumah sakit,” kata Ketua Eksekutif Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), dr Sutoto, Rabu (9/8).

Dia menyebutkan, ada 1.032 rumah sakit dari 2.739 rumah sakit di Indonesia hingga kini belum terakreditasi. Kondisi itu berdampak pada masyarakat, mengingat kualitas layanan di rumah sakit menjadi titik berat penilaian.

Mantan Dirut RS Fatmawati itu menjelaskan, KARS bertugas mendorong rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien yang merujuk pada standar The International Society for Quality in Health Care (ISQua). Standar tersebut digunakan pada 99 negara di dunia.

“Saat awal KARS bekerja pada 2012, banyak rumah sakit mengeluh saat standar ISQua diterapkan dalam proses akreditasi. Namun dalam perjalanannya ada 41 persen rumah sakit mendapat akreditasi paripurna,” ujarnya.

Mengenai sanksi bagi rumah sakit yang belum berakreditasi, Sutoto mengatakan, KARS tidak memiliki kapasitas untuk memberi sanksi. KARS tugasnya hanya mendorong rumah sakit memberi layanan terbaik pada pasien. “Urusan sanksi biarlah menjadi tugas pemerintah,” ucapnya.

Sutoto menyebutkan akreditasi bertaraf internasional ISQua itu mencakup 338 standar dan 1.353 elemen penilaian. Penerapan standar tersebut tidak berlaku sama untuk tipe rumah sakit mulai dari A,B, C dan D maupun pada peringkat akreditasinya mulai dari perdana, madya hingga paripurna.

“Melalui pertemuan ilmiah dan semiloka tahunan yang dihadiri surveyor maupun perwakilan rumah sakit, kami informasikan standar akreditasi KARS versi terbaru,” tuturnya.

Sutoto mencontohkan, di masa lalu, dokter lebih banyak diam, sekarang dokter diminta lebih banyak berbicara secara mendalam dengan pasiennya.

“Kini mata kuliah komunikasi sudah diberikan dalam pendidikan kedokteran, agar dokter lebih banyak berbicara dengan pasiennya,” pungkasnya. (esy/jpnn)

 

The post Prihatin, 1.032 Rumah Sakit di Indonesia Belum Terakreditasi appeared first on Radar Cirebon.


---

Sumber: Radar Cirebon
http://ift.tt/eA8V8J
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan.