Header banner 728 x 90
  
Mohon maaf sedang ada penataan menu & label   

Keberadaan Ulama Perempuan Masih Terpinggirkan di Ruang Publik

CIREBON apdet
Cirebon Terkini

---


CIREBON – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bekerjasama dengan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) dan The Asian Muslim Action Network (AMAN)

menggelar seminar  internasional tentang ulama perempuan di Auditorium Pascasarjana, Selasa (25/4).

Sebanyak 1270 peserta hadir dalam seminar tersebut. Di mana, peserta yang hadir didominasi oleh kaum hawa.

Ketua Panitia Pengarah (Steering Committe) Kongres Ulama Perempuan Indonesia Dra Hj Badriyah Fayumi Lc MA yang sekaligus Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PPLKNU)  mengatakan, tujuan kongres ini adalah bagaimana ulama perempuan tidak hanya memberikan kontribusinya untuk isu kebangsaan dan kemanusiaan, tetapi eksistensinya dihargai dan diakui.

Sebab, dominasi budaya patriaki berakibat pada tenggelam dan terpinggirkannya ulama perempuan dalam mengisi ruang-ruang publik.

“Padahal kita punya banyak akademisi dan intelektual dari kalangan perempuan. Begitupun pesantren-pesantren yang memberikan ruang kesetaraan bagi laki-laki dan perempuan,” kata Badriyah.

Kemudian, lanjut Badriyah, ulama perempuan adalah mereka yang memiliki perhatian pada perspektif untuk kesetaraan perempuan dalam memajukan peradaban Islam dan penguatan civil society.

“Saya berharap kongres ini memberikan kontribusi untuk kemajuan para perempuan dalam pencapaian kemanusiaan yang adil dan beradab,” ungkap Badriyah.

Narasumber seminar ini, selain dari ulama perempuan Indonesia juga terlibat di dalamnya ulama perempuan , yakni Mossarat Qadeem (Pakistan), Zainah Anwar (Malaysia), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia), Sureya Roble-Hersi (Kenya), Fatima Akilu (Nigeria), dan Roya Rahmani the Ambassador of Afghanistan in Indonesia).

Acara ini merupakan rangkaian dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) 25 – 27 April 2017 di Pesantren Kebon Jambu, Babakan, Cirebon Jawa Barat. (fazri)

 

 

 

The post Keberadaan Ulama Perempuan Masih Terpinggirkan di Ruang Publik appeared first on Radar Cirebon.


---

Sumber: Radar Cirebon
http://ift.tt/eA8V8J
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan.