Header banner 728 x 90
  
Mohon maaf sedang ada penataan menu & label   

Diduga Rem Blong, Bus Rombongan Siswa SD Sidoarjo Masuk Jurang

CIREBON apdet
Cirebon Terkini

---


KARANGANYAR- Perjalanan wisata puluhan warga Wonoayu dan Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur, berakhir petaka. Bus Solaris Jaya bernopol K 1677 CB yang mereka tumpangi terjun ke jurang sedalam 10 meter di Banaran, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, kemarin (26/2).

Dua penumpang meninggal di lokasi kejadian, empat lainnya tak tertolong dalam perjalanan menuju Puskesmas Tawangmangu. Tujuh orang mengalami luka berat, sisanya luka ringan. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30. Bus yang dikemudikan Suyitno membawa 29 orang keluarga besar SDN Jimbaran Wetan, Wonoayu, Sidoarjo. Mereka baru saja menikmati hawa sejuk Telaga Sarangan, Magetan, dan berencana meneruskan perjalanan ke Grojogan Sewu, Tawangmangu, dalam rangka perpisahan Kepala SDN Jimbaran Puji Haryanto (60)
Nahas, diduga karena rem blong, laju bus tak terkendali ketika melintasi turunan tajam dengan kemiringan sekitar 35 derajat. Penumpang semakin histeris saat bus menabrak tiang listrik, lalu terjun ke jurang Sungai Banaran sedalam 10 meter.

Bodi bus tersangkut tebing dengan posisi terbalik. Para penumpang terpental dari tempat duduknya. Ada yang terjepit kursi dan bodi bus. Barang bawaan mereka berhamburan ke sungai. ”Saya dengar suara benturan cukup kencang. Kemudian, ada teriakan orang minta tolong,” ujar Sri Ginah (50) salah satu warga RT 2, RW 1, Banaran.

Sementara itu, meski medan sulit dijangkau, warga setempat berusaha menyelamatkan penumpang bus. Dua orang ditemukan meninggal di lokasi kejadian, beberapa lainnya luka parah dan segera dilarikan ke Puskesmas Tawangmangu, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar. Sayang, empat orang meninggal dalam perjalanan. Di antaranya, Puji Haryanto, kepala SDN Jimbaran Wetan, Sidoarjo. Sementara itu, sopir bus diamankan di Polsek Tawangmangu.

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Ahdi Rizaliyansyah mengungkapkan, berdasar hasil pemeriksaan, bus melaju dari arah Gondosuli dalam kondisi rem blong dengan kecepatan 60–80 kilometer per jam. ”Bus keluar jalur, lalu masuk jurang. Dua penumpang meninggal di lokasi, empat penumpang meninggal di dalam perjalanan ke Puskesmas Tawangmangu,” jelas Ahdi.  (adi/wa/edi/JPG/c10/agm)


---

Sumber: Radar Cirebon Online
http://ift.tt/eA8V8J
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan.