Header banner 728 x 90
  
Mohon maaf sedang ada penataan menu & label   

Soal Obat Kedaluwarsa di Majalengka, Tidak Ada Program Pemusnahan

CIREBON apdet
Cirebon Terkini

---


MAJALENGKA – Sejumlah mantan Kepala Dinas Kesehatan pada rentang waktu 2007 hingga sekarang, mengaku belum mengetahui keberadaan obat kedaluwarsa yang tersimpan di gudang farmasi dan di gudang obat puskesmas-puskesmas.

Mantan Kepala Dinkes pada kurun waktu 2012 hingga 2014, Alimudin mengatakan, aset obat-obatan setiap tahunnya hanya dihitung dan dilakukan kontrol yang terdata oleh seksi farmasi di Dinkes. Misalnya berapa banyak kebutuhan, berapa yang terkonsumsi, dan berapa sisanya di akhir tahun.

Mengenai sortir kelayakan obat-obatan tersebut, memang ada program dan kegiatan quality control dan yang sudah kedaluwarsa dipisahkan agar jangan terkonsumsi masyarakat.

Namun untuk program pemusnahan, seingatnya selama menjadi kadinkes belum pernah dilakukan dan belum jelas juga apakah programnya ada atau tidak.

“Pada waktu saya di Dinas Kesehatan, kegiatan pengelolaan obat-obatan dilakukan di seksi farmasi. Proses pengadaannya normal sesuai Permenkes dan sortir juga berjalan. Tapi di era saya saat itu gudangnya direhab, untuk menata lebih rapi pengelolaan aset obat-obatan tersebut,” sebut dia.

Kalaupun pada eranya tidak pernah dilakukan pemusnahan obat-obatan kedaluwarsa, hal itu karena diwarisi program para kepala dinas pendahulunya. Jika saat itu dirinya mengetahui obat kedaluwarsa bisa menimbulkan masalah seperti sekarang, mungkin bisa direncanakan untuk diprogramkan pemusnahannya.

Mantan kadinkes sebelum tahun 2008 dr Hamdi MKes bahkan mengaku sudah tidak ingat sama sekali bagaimana kondisi yang terjadi saat memimpin Dinkes. Hamdi mengakui saat menjadi kadinkes sempat mendengar program pemusnahan obat-obatan. Prosedurnya ada, tapi tidak pernah dilaksanakan.

“Paling yang sering dilakukan pada waktu itu pemusnahan barang bukti kasus penyalahgunaan obat-obatan bersama kepolisian. Kalau obat-obatan milik dinas kesehatan seingat saya belum pernah, karena waktu itu tidak ada temuan,” ujar Hamdi yang kini menjadi anggota DPRD. (azs)


---

Sumber: Radar Cirebon Online
http://ift.tt/eA8V8J
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan.