MAJALENGKA – Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) tetap berjalan tanpa perlu menggusur Desa Sukamulya. Alasannya, Sukamulya masuk kawasan aerocity, bukan area utama kawasan BIJB.
Hal itu diungkapkan Iwan Nurdin dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) yang mengadvokasi warga. Dia menyarankan pembangunan proyek bisa memilih lahan yang kosong agar tidak terjadi resistensi dengan warga seperti saat ini.
“Dari sisi pangkal runway itu tanah kosong atau sawah. Mengapa harus mengenai desa,” katanya menyayangkan insiden bentrokan aparat dengan warga saat pengukuran lahan Desa Sukamulya.
Sementara anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Yomanius Untung menyesalkan adanya bentrokan antara warga dengan tim gabungan pembebasan lahan BIJB. Seharusnya pemerintah terlebih dahulu melakukan berbagai pendekatan dengan masyarakat.
Tim gabungan, sambungnya, semestinya menahan diri dan tidak memilih cara-cara kekerasan. Karena akan memengaruhi kebijakan pembangunan BIJB ke depannya.
“Pemerintah mengusik ketenangan hidup warga. Dengan demikian pendekatan kekerasan dengan menggunakan alat kekuasaan menjadi sangat tidak mendasar,” tegasnya.
Jika pihak BIJB tidak segera menyelesaikan masalah ini, tentu bisa menghalangi target pembangunan bandara. (gus/ara)
Sumber: Radar Cirebon Online
http://ift.tt/eA8V8J

0 komentar :
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan sopan.