Header banner 728 x 90
  
Mohon maaf sedang ada penataan menu & label   

Resahkan Warga, Kedai Kopi di Bandorasa Buka Hingga Menjelang Subuh

CIREBON apdet
Cirebon Terkini

---


KUNINGAN – Warga Desa Bandorasawetan, Kecamatan Cilimus, sejak beberapa hari terakhir ini dibuat kesal dengan keberadaan Kedai Kita yang berlokasi di Dusun Manis pinggir jalan tak jauh dari Lampu merah. Kedai ini selain buka hingga menjelang subuh dan banyak dikunjungi wanita berpakaian mini serba ketat dan beberapa di antaranya dalam kondisi mabuk.

 

Seperti yang terjadi Rabu dini hari tadi, seorang wanita pengunjung kedai yang diduga berprofesi sebagai Pemandu Lagu (PL) di salah satu tempat hiburan membuat gaduh. Diduga sedang dalam pengaruh minuman beralkohol, wanita tersebut berteriak-teriak hingga mengganggu warga yang tinggal di seberang kedai tersebut.

 

“Jam satu malam ada perempuan mabuk berteriak-teriak hingga membuat anak saya yang masih bayi terbangun. Suami saya sampai keluar dan akhirnya mengusir wanita tersebut,” kata ine.

 

Sehari sebelumnya, lanjut Ine, di kedai tersebut ada pasangan entah resmi atau tidak bertengkar hingga tengah malam. Mereka seperti tak punya malu meributkan masalah hubungan mereka yang retak karena salah satunya berselingkuh.

 

“Hampir setiap hari ada saja keributan. Ini sudah mengganggu dan seharusnya ada tindakan tegas dari aparat desa ataupun Satpol PP,” kata Ine.

 

Dijelaskan Ine, keberadaan kedai tersebut sudah berjalan hampir dua minggu. Meski demikian, warga setempat tidak mengetahui siapa pemilik kedai tersebut karena belum pernah memperkenalkan diri ataupun meminta izin menjalani usaha tersebut.

“Sebelumnya ruko tersebut jualan baju. Tapi karena kurang laku, akhirnya sejak dua minggu terakhir beralih usaha jadi kedai. Tapi malah jadi bikin risih warga,” katanya kesal.

 

Ditambahkan Ucu, salah satu warga yang rumahnya tak jauh dari kedai tersebut mengaku risih dengan aktifitas pengunjung kedai yang kerap tidak berlaku sopan. Para perempuan yang berpakaian mini dan juga merokok menjadikan tempat tersebut terlihat seperti warung remang-remang.

 

“Waktu buka kedai ini juga tidak umum, baru tutup pada pukul 03.00 WIB. Kami berharap ada tindakan tegas dari aparat terkait untuk menertibkan, atau warga yang akan mengambil tindakan sendiri,” kata ucu. (taufik)


---

Sumber: Radar Cirebon Online
http://ift.tt/eA8V8J
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan.